Berguru kmna2 mash celaka

Mungkin anda adalah salah satu di antara orang yang pernah pernah mendapatkan kecelakan berkendaraan dan terluka parah padahal anda sudah pernah mempelajari ilmu batin tertentu kepada seorang guru yang bahkan sangat ahli. Atau mungkin anda pernah mengalami peristiwa di mana anda dikeroyok musuh dan babak belur, sementara anda pernah menuntut ilmu selamat kepada seorang kiai besar, dan seterusnya beberapa peristiwa sejenis.

Jika anda adalah pernah mengalami kondisi seperti prolog di atas, maka perhatikanlah beberapa keterangan berikut yang mungkin dapat membantu anda: orang yang berilmu (ilmu batin) adalah orang yang selalu ingat dan waspada. Selalu ingat dengan tuhannya di manapun dia berada. Ingat tuhan sebelum berangkat, ingat tuhan di kendaraan, ingat tuhan dalam keadaan terdesak (dikeryok/diserang musuh), dan lainnya. Ingatnya orang berilmu dengan tuhannya, mungkin dengan cara zikirnya, bisa dengan cara do`a ilmu yang dipelajarinya dari sang kiai gurunya, dan seterusnya. Waspada adalah juga berarti tidak lalai yang artinya, selalu memperhatikan apa yang harus dipersiapkan. Mempersiapkan dirinya bahwa dia sedang atau akan berjalan di tempat yang rawan, mempersiapkan diri dan kendaraanya bahwa dia akan berjalan jauh ataupun dekat, dan seterusnya. Waspada adalah bagian dari tawakkalnya orang yang berilmu. Yakinlah bahwa jika anda bisa ingat dan waspada, maka bagaimanapun kondisi lingkungan anda dan siapapun guru anda, maka insya allah anda akan mendapatkan rahasia maunah dari ilmu yang anda pelajari. Percaya diri sebab sudah menuntut ilmu dengan seorang kiai besar sementara anda sendiri selalu tidak ingat dan tidak waspada, maka anda belumlah berilmu. Dalam nasehat lain yang lebih halus: anda lupa kalau anda berilmu atau setelah anda mendapatkan kecelakaan baru anda sadar dan ingat bahwa anda mempunyai ilmu. Sekali lagi, orang yang berilmu adalah orang yang ingat dan waspada (tawakkal).