Makna Kendi

By: agussyafii

Entah kenapa sore hari di bulan suci Ramadhan saya berjumpa dengan benda yang namanya 'Kendi.' Saya bilang sama istri saya, saya ingin membeli kendi. Istri saya nampak terheran buat apa beli kendi? 'Buat minum kalo haus,' jawab saya.

Kendi adalah tempat minum yang terbuat dari tanah liat. Kendi sudah susah untuk dicari apa lagi seperti di kota Jakarta, kalaupun bertemu rasanya teramat indah buat saya. Kendi yang saya jumpai hampir sama persis sewaktu saya masih kecil. Warna hitam hasil proses pembakaran. Tutup dan ujungnya untuk menuangkan air terasa sejuk, beda dengan air dingin yang dikulkas.

Sewaktu saya masih kecil, nenek selalu menyediakan kendi yang terisi air ditaruh di depan rumah. Biasa orang yang lewat meminum air di kendi, karena rumah kami di depan pasar menyediakan air untuk orang yang lewat merupakan pekerjaan yang tidak pernah ditinggalkan oleh nenek saya.

Sekali waktu nenek bertegur sapa kepada setiap orang yang meminum air di kendi. Setelah selesai haus orang-orang itu melanjutkan perjalanannya. Kala itu saya masih SD pernah bertanya pada nenek untuk apa nenek selalu menyediakan air kendi untuk orang-orang yang lewat. Nenek menjawab 'yen ngelak ben ngombe.' (Biar kalau haus minum).

Awalnya saya tidak mengerti, apa maksud jawaban nenek saya. Seiring waktu saya mencoba memahami jawaban nenek bahwa menyediakan air untuk orang-orang yang haus. Dalam perjalanan hidup yang teramat pendek ini tidaklah mudah melakukan pekerjaan yang sesederhana menyediakan air bagi orang-orang yang lewat. Bukan pada airnya yang di dalam kendi namun pada sebuah ketulusan kita untuk menyapa dengan sepenuh hati setiap orang yang kita jumpai. dan mengingatkan kita bahwa 'hidup sak dermo mampir ngombe' atau hidup itu sebentar seperti orang mampir minum.

Saya teringat satu hadist Nabi, 'Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berlaku baik terhadap tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.' (HR Bukhari & Muslim). Hadist inilah mengingatkan saya akan makna kendi dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalam,
agussyafii
---
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Munajat Amalia (MULIA)' Hari Ahad, Tanggal 7 Maret 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii atau http://agussyafii.blogspot.com, http://www.twitter.com/agussyafii, atau sms di 087 8777 12 4